Postingan

Aku

Aku dan NU Terlahir dilingkungan NU membuatk kental akan budaya dan tradisi NU di desaku. Tahlilan, yasinan, dan amaliyah lain yg rutin kulakukan sesuai jadwal yg ada. Seperti punya hubungan khusus, aku dipilih, karena aku tak pernah memilih untuk masuk di MTs ku dulu. MTs yg lebih kental lagi karena masuk di LP Maarif NU. Hingga tiba setelah lulus SMK, masuk kuliah aku ikut toreqoh. Dari situ aku mulai ada perselisihan dengan amaliyah dan arah gerak NU. Di NU mengakui toreqoh, tapi

Tulislah

Kekuatan tulisan mampu memberi energi positif untuk yg membacanya

Orang sholeh

Berkata salah seorang sholihin : " Duduk dengan kaum sholihin akan mengubah 5 hal kepada 5 hal." 1- Dari keraguan menjadi keyakinan. 2- Dari riya' menjadi keikhlasan. 3- Dari kelalaian menjadi dzikir kepada Allah. 4- Dari haus dunia menjadi haus akhirat. 5- Dari kesombongan menjadi kerendahan hati.

Mursyid

Untuk mengenali dan dan mengubati penyakit hati maka WAJIB seseorang itu mengamalkan ilmu tasawwuf serta WAJIB baginya mengambil bai'ah thariqat sufiyyah dari seorang Syeikh Mursyid yang 'Arifbillah yang sah silsilahnya sampai kepada Nabi ﷺ. WAJIB menuntut ilmu thariqat dan tasawwuf walaupun dia sebesar-besar ulamak sekalipun.

Mati

" Anggaplah dunia ada di genggamanmu dan ditambah lagi yang semisalnya, dan anggaplah Timur dan Barat datang kepadamu, namun jika kematian telah datang kepadamu, apa gunanya yang ada di tanganmu tersebut ?! " [ Siyar A’lamin Nubala', jilid 8, hlm.330 ]

Hati

Berkata Sayyidina Malik bin Dinar رحمة الله تعالى : " Sesungguhnya apabila badan sakit, maka makan, minum, tidur dan istirehat tidak lagi bermanfaat baginya. Begitu juga dengan HATI. Apabila ia cenderung kepada cintakan dunia, maka nasihat-nasihat tidak lagi berguna baginya." [ Hilyatul Auliyaa' ]

Orang kaya

Ibnu ‘Umar رضى الله عنه meriwayatkan, saat Nabi Muhammad ﷺ berdiri di antara para sahabatnya, Baginda ﷺ bertanya, “Siapakah manusia yang terbaik?” Salah seorang sahabat menjawab, “Orang kaya yang memberikan hak dirinya dan hartanya.” Nabi ﷺ bersabda, “Betapa beruntungnya orang yang seperti itu, tapi bukan dia. Manusia terbaik adalah orang mukmin yang miskin, yang memberi (sedekah) dengan susah payah.” [ Kitab Risalatul Mustarsydin ]